Monday, June 19, 2017

Pertolongan Pertama Saat Anak Diare




Dear Mommies...

Apa yang Moms pikirkan pertama kali  saat mendengar kata "diare pada anak"?

"Stress banget!!"

"Horror!!"

"Cemas banget!!"

Sama, sebagai seorang Ibu saya juga pernah merasakan seperti itu.

Sebenarnya apakah Diare itu?

"Diare adalah buang air besar yang frekuesinya lebih sering dan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya." 


Setiap kali anak mulai mencret, kemudian mengalami diare, saya mulai khawatir. 

Yang terbayang anak akan lemas, berujung demam dan dehidrasi.





Apa saja Penyebab Diare?

Diare adalah penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, protozoa, yang penularannya terjadi melalui fekal-oral.

Dapat juga terjadi karena alergi obat-obatan atau jenis makanan tertentu.



Pengaruh Diare pada Bayi/Anak

Selama terjadi diare, tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit secara cepat. 


Pada saat yang bersamaan, usus kehilangan kemampuannya untuk menyerap cairan dan elektrolit yang diberikan kepadanya


Jika air dan elektrolit hilang dalam jumlah banyak (karena Diare), mana kemungkinan akan mengalami dehidrasi.




Tanda-tanda Dehidrasi


  • Buang air kecil (BAK) lebih jarang dari biasanya
  • Rewel, mudah marah, lesu, atau sering mengantuk diluar kebiasaan
  • Mulut sering, tidak ada air mata saat menangis
  • Ubun-ubun cekung
  • Kulit tidak elastis (kulit tidak langsung kembali setelah ditekan atau dicubit)
    Klasifikasi Dehidrasi
     (via Buku Saku Petugas Kesehatan, Depkes RI, 2011)


Tanda-tanda Bahaya saat Serangan Diare


  • Demam lebih dari 38,8°C
  • Darah atau lendir dalam ginjal, atau ginjal berwarna hitam, putih, dan merah
  • Bayi/anak tampak lemas dan malas minum
  • Muntah-muntah
  • Diare lebih dari 4 hari meskipun tanpa disertai panas dan dehidrasi.


Berikut ini saya rangkumkan beberapa hal yang bisa Mommiea lakukan jika buah hati mengalami Diare.

PERTOLONGAN PERTAMA SAAT ANAK MENGALAMI DIARE

1. JANGAN PANIK

2. BERIKAN MINUMAN SESERING MUNGKIN
Moms bisa memberikan minuman berapa air putih matang sesering mungkin.
Jika masih ingin makin, justru lebih baik.

Bagi bayi berikan ASI sebanyak yang diingkan. ASI dapat menghentikan Diare.

3. BERIKAN LARUTAN ORALIT
Jika tersedia larutan Oralit, dapat diberikan pada buah hati Mommies.

Oralit mengandung campuran garam elektrolit, seperti NaCl, KCl, dan trisodium sitrat hidrat serta glukosa anhidrat. Campuran glukosa dan garam inilah yang dapat diserap dengan baik oleh usus penderita Diare.

Oralit sangat bermanfaat jika diberikan saat Diare, untuk mengganti cairan elektrolit dalam tubuh yang terbuang saat Diare.
 

Jika tidak tersedia larutan oralit, Moms bisa menggunakan cairan rumah tangga, yaitu air tajin, kuah sayur, air teh, atau sari buah.

Jangan sampai buah hati Moms kekurangan cairan, usahakan mau untuk minum.


4. BERIKAN SUSU FORMULA ENCER
 Untuk anak dan bayi yang masih mengkonsumsi susu formula, sebaiknya takarannya dikurangi, dibuat lebih encer dari biasanya.

5. CUCI TANGAN dan SELALU DALAM KEADAAN BERSIH SAAT MEMBERIKAN MAKANAN/MINUMAN
Mencuci tangan dengan sabun sangat penting bagi kesehatan. Khususnya bila ada anggota keluarga yang menderita Diare. Jangan lupa untuk membersihkan tinja dengan benar. Serta selalu dalam keadaan bersih saat hendak menyajikan makanan dan minuman.

6. SEGERA DATANG KE TENAGA KESEHATAN TERDEKAT
Jika tidak ada tanda-tanda perubahan kondisi buah hati, sebaiknya segera datang ke Tenaga Kesehatan terdekat.

Biasanya penderita Diare akan diberikan cairan infus, apabila mengalami dehidrasi berat.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan tenaga kesehatan untuk menangani penderita Diare, Moms:



Semoga artikel ini dapat bermanfaat, jangan lupa segera datang ke Sarana Kesehatan terdekat apabila buah hati Mommies mengalami dehidrasi akibat Diare.

Semoga lekas sembuh yaa Moms♥





Referensi:
1. Material edukasi RS. Darmo Surabaya "Diare pada Anak", 2017.
2. Bulletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan, Situasi Diare di Indonesia, Kementrian Kesehatan RI, Triwulan II, 2011.
3.www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-menangani-diare-pada-anak diakses pada tanggal 17 Juni 2017
4. Buku Saku Petugas Kesehatab, Departemen Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, 2011.



10 comments:

  1. Diare ringan aja aku biasanya uda panik, mudah2an jgn smpe ke level gawat... Makasih edukasinya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga deg dengan kalo udah mulai Diare Mbak Ruli..sama-sama semoga bermanfaat Mbak

      Delete
  2. Serem ya kalo anak sakit semoga kita sehat selalu aamiin tfs mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak Sandra, Aamiin semoga selalu sehat buah hati kita

      Delete
  3. Emang agak ngeri kalau anak kena diare, apalagi kalau pake muntah segala. Sharenya manfaat banget mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mbak Ety.. haduh kalo sudah Diare dan muntah, kita ikutan lemas ya Mbak :)

      Delete
  4. wah terimakasih sharingnya. berguna sekali :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak Farida, semoga bermanfaat :)

      Delete
  5. Waktu anak-anak saya masih bayi saya selalu sedia oralit dan zinc syrup :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga sedia zinc dan oralit mbak jintan..tapi zinc Si kecil ga doyan :D

      Delete

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES